Lamborghini Huracán LP 610-4 t
Ragam Mengelola Uang

Berikut beberapa tipe manajemen keuangan dari Safir Senduk yang bisa diterapkan di dalam rumah tangga. Yang penting, pesannya, harus didasari kedekatan, nurani, dan empati. Siapa yang lebih mampu, bisa memberi kontribusi lebih besar karena dasarnya bukan lagi hitung-hitungan, namun berdasar cinta kasih.
1. MENUNJUK SATU ORANG

Istri ditunjuk sebagai pengelola rumah tangga. Setiap bulan, suami memberi sejumlah uang untuk kebutuhan satu bulan. Istri diharapkan mengelola uang dengan baik. Bila kenyataannya kurang, istri menambahkan dari uang gajinya. Atau setelah berdiskusi, istri dapat meminta tambahan dari suami.
2. MEMBAGI TANGGUNG JAWAB

Misalnya, suami mengeluarkan biaya untuk urusan “berat”, seperti membayar kredit rumah, cicilan mobil, listrik, telepon, uang sekolah anak, dan kebutuhan mobil (bensin, servis berkala, kerusakan, dan lain-lain). Sementara bagian istri adalah belanja logistik bulanan, pernak- pernik rumah, jajan, dan liburan akhir pekan. Dilihat dari jumlahnya, suami menanggung lebih banyak dana. Tapi istri juga punya peranan dalam kontribusi dana rumah tangga.
3. BERBAGI BERDASAR PROSENTASE

Bentuk manajemen ini adalah membagi tanggung jawab dalam bentuk jumlah atau prosentase. Seluruh kebutuhan keluarga setiap bulan dihitung. Masing- masing sepakat menyumbang sebesar jumlah tertentu untuk menutupi kebutuhan tersebut. Sisanya digunakan sebagai tabungan pribadi untuk kebutuhan pribadi. Misalnya, istri membeli parfum, lipstik, atau baju. Bisa juga tanpa menghitung kebutuhan keluarga terlebih dahulu, suami-istri memberi kontribusi yang sama berdasarkan prosentase. Misalnya 80:20. Artinya, masing- masing “menyetor” 80 persen dari gajinya. Sisa 20 persen disimpan untuk diri sendiri. Jika bisa berhemat, dari uang bersama yang 80 persen, bisa tersisa untuk tabungan keluarga, di samping suami dan istri juga masing-masing punya tabungan pribadi.

10 MENGHADAPI UJIAN

Inilah tips uan

Ketika kamu
melakukan ujian, kamu
sedang
mendemonstrasikan
kemampuanmu dalam
memahami materi
kuliah, atau dalam
melakukan tugas-tugas
tertentu.
Bila kamu ragu
terhadap kejujuran
ujian, atau kredibilitas
ujian tersebut untuk
menguji
kemampuanmu,
temuilah
dosen pembimbingmu.
Ujian memberikan
dasar evaluasi dan
penilaian
terhadap
perkembangan
belajarmu.
Ada beberapa kondisi
lingkungan,
termasuk sikap dan
kondisimu sendiri, yang
mempengaruhimu
dalam melakukan ujian.
Sepuluh tips untuk
membantu kamu
dalam mengerjakan
ujian:
Datanglah dengan
persiapan yang
matang dan lebih
awal.
Bawalah semua alat
tulis yang kamu
butuhkan, seperti
pensil, pulpen,
kalkulator, kamus, jam
(tangan), penghapus,
tip ex, penggaris, dan
lain-lainnya.
Perlengkapan ini akan
membantumu untuk
tetap konsentrasi
selama mengerjakan
ujian.
Tenang dan percaya
diri.
Ingatkan dirimu
bahwa kamu sudah
siap sedia dan akan
mengerjakan ujian
dengan baik.
Bersantailah tapi
waspada.
Pilihlah kursi atau
tempat yang nyaman
untuk mengerjakan
ujian. Pastikan kamu
mendapatkan tempat
yang cukup untuk
mengerjakannya.
Pertahankan posisi
duduk tegak.
Preview soal-soal
ujianmu dulu (bila
ujian memiliki waktu
tidak terbatas)
Luangkan 10% dari
keseluruhan waktu
ujian untuk membaca
soal-soal ujian secara
mendalam, tandai
kata-kata kunci dan
putuskan berapa
waktu yang
diperlukan untuk
menjawab masing-
masing soal.
Rencanakan untuk
mengerjakan soal
yang mudah dulu,
baru soal yang tersulit.
Ketika kamu membaca
soal-soal, catat juga
ide-ide yang muncul
yang akan digunakan
sebagai jawaban.
Jawab soal-soal ujian
secara strategis.
Mulai dengan
menjawab pertanyaan
mudah yang kamu
ketahui, kemudian
dengan soal-soal yang
memiliki nilai tertinggi.
Pertanyaan terakhir
yang seharusnya
kamu kerjakan adalah:
soal paling sulit
yang membutuhkan
waktu lama untuk
menulis jawabannya
memiliki nilai terkecil
Ketika mengerjakan
soal-soal pilihan
ganda, ketahuilah
jawaban yang harus
dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan
jawaban yang kamu
tahu salah. Tebaklah
selalu suatu pilihan
jawaban ketika tidak
ada hukuman
pengurangan nilai,
atau ketika tidak ada
pilihan jawaban yang
dapat kamu abaikan.
Jangan menebak
suatu pilihan jawaban
ketika kamu tidak
mengetahui secara
pasti dan ketika
hukuman
pengurangan nilai
digunakan. Karena
pilihan pertama akan
jawabanmu biasanya
benar, jangan
menggantinya kecuali
bila kamu yakin akan
koreksi yang kamu
lakukan.
Ketika mengerjakan
soal ujian esai,
pikirkan dulu
jawabannya sebelum
menulis.
Buat kerangka
jawaban singkat
untuk esai dengan
mencatat dulu
beberapa ide yang
ingin kamu tulis.
Kemudian nomori ide-
ide tersebut untuk
mengurutkan mana
yang hendak kamu
diskusikan dulu.
Ketika mengerjakan
soal ujian esai, jawab
langsung poin
utamanya.
Tulis kalimat pokokmu
pada kalimat pertama.
Gunakan paragraf
pertama sebagai
overview esaimu.
Gunakan paragraf-
paragraf selanjutnya
untuk mendiskusikan
poin-poin utama
secara mendetil.
Dukung poinmu
dengan informasi
spesifik, contoh, atau
kutipan dari bacaan
atau catatanmu.
Sisihkan 10%
waktumu untuk
memeriksa ulang
jawabanmu.
Periksa jawabanmu;
hindari keinginan
untuk segera
meninggalkan kelas
segera setelah kamu
menjawab semua
soal-soal ujian. Periksa
lagi bahwa kamu telah
menyelesaikan semua
pertanyaan. Baca
ulang jawabanmu
untuk memeriksa
ejaan, struktur bahasa
dan tanda baca. Untuk
jawaban matematika,
periksa bila ada
kecerobohan
(misalnya salah
meletakkan desimal).
Bandingkan jawaban
matematikamu yang
sebenarnya dengan
penghitungan ringkas.
Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat
membantumu dalam
mempersiapkan diri
untuk ujian
selanjutnya. Putuskan
strategi mana yang
sesuai denganmu.
Tentukan strategi
mana yang tidak
berhasil dan ubahlah.
Gunakan kertas ujian
sebelumnya ketika
belajar untuk ujian
akhir.

Back to posts
Comments:

Post a comment







[KAYA][GALERY FOTO][MOTIVASI][TRIK BISNIS][MENU][TUTORIAL][HIPNOTIS][EBOOK JAR][LEADER][RAMALAN][SMS LUCU][TRIK SULAP][MANAGE UANG]

[-HOME-]
..........................................
created copas by WWW.TANAHGARO.JW.LT
2009-2011@